TUGAS PJOK POLA HIDUP SEHAT DAN TAMENG CORONA


*POLA HIDUP SEHAT*

Pengertian Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat adalah upaya seseorang untuk menjaga tubuhnya agar tetap sehat. Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan bergizi, olahraga secara rutin, dan istirahat yang cukup.
Kebanyakan dari kita menganggap bahwa pola hidup sehat adalah pola hidup yang sulit untuk dijalani. Namun sebenarnya, ada banyak cara yang mudah dilakukan untuk menjaga diri kita tetap sehat.
Di bawah ini ada beberapa tips pola hidup sehat yang mudah dilakukan dan pastinya akan membantu kamu untuk menjadi lebih sehat.
makanan sehat

1. Pola Hidup Sehat Dengan Mengonsumsi Makanan Bergizi

Makanan adalah salah satu faktor utama dalam hidup sehat. Kamu dapat mengganti makananmu dengan mengonsumsi makanan yang penuh gizi seperti rendah gula, kaya serat, dan banyak vitamin. Makanan penih gizi akan sangat membantu untuk menjadikan tubuh kamu lebih sehat. Hindari makanan berlemak dan makanan yang mengandung pengawet karena hal tersebut dapat berbahaya bagi tubuh.
Perbanyaklah sayur dan buah, baiknya kamu mengonsumsi lima sampai enam porsi setiap harinya. Jika merasa terlalu banyak, kamu bisa memulainya dengan mengonsumsi satu porsi setiap hari, lalu dalam waktu seminggu kamu tambah lagi satu porsi. Kamu dapat mengolahnya menjadi smoothies dengan mencampurkan beberapa jenis buah dan sayur. Kamu juga dapat menyulapnya menjadi healthy bowldengan menambahakn topping potongan buah atau biji-bijian ke dalam healthy bowlbuatanmu.
olahraga sehat

2. Perbanyak Olahraga

Rutin berolahraga bukan hanya bagian pola hidup sehat dari orang yang memiliki usia muda. Olahraga adalah kegiatan yang penting dilakukan. Berapapun usiamu, usahakan untuk tetap aktif secara fisik. Banyak orang berpikir bahwa olahraga adalah kegiatan yang melelahkan, maka tidak heran apabila saat ini semakin banyak orang yang malas untuk berolahraga.
Padahal olahraga memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan hidup kita. Olahraga juga dapat membantu kita untuk menjalani pola hidup sehat. Bila kamu tidak terbiasa berolahraga, kamu dapat memulainya dengan olahraga kecil seperti melakukan pemanasan di pagi hari setelah bangun tidur atau berlari-lari kecil mengelilingi rumah. Kamu juga bisa menggunakan hobimu sebagai olahraga mingguan yang asyik. Contohnya aerobik, zumba, futsal, basket, bersepeda, berenang, tenis meja, dan masih banyak lagi. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat kamu lakukan bersama keluarga dan kerabat agar terasa lebih menyenangkan.
istirahat cukup

3. Istirahat Yang Cukup

Istirahat yang cukup adalah bagian yang penting dalam menjalani pola hidup sehat. Kebutuhan istirahat dan tidur setiap individu berbeda-beda sesuai tahap perkembangan aktivitas yang dijalani. National Sleep Foundation merekomendasikan bahwa usia dewasa muda (18-25 tahun) membutuhkan waktu tidur 7-9 jam per malam. Orang yang tidak memiliki waktu tidur cukup berpotensi terkena penyakit mematikan, seperti kanker dan jantung.
Memiliki waktu tidur yang kurang juga setara dengan mengonsumsi racun atau menjalani pola makan yang buruk. Oleh karena itu, sesibuk apapun kamu, usahakan untuk selalu beristirahat dan tidur dengan cukup.
Namun jangan salah, tidur berlebihan juga tidak baik dan tentunya merugikan. Menurut studi, tertidur lebih dari delapan jam secara konsisten dapat menurunkan tingkat konsentrasi seseorang.
Selain menjaga tubuh agar tetap bugar, tidur dapat membantu kamu untuk membentuk tubuh yang proporsional. Tidur dalam posisi yang baik juga dapat merangsang kreativitas dan meningkatkan ingatan. Maka aturlah jam tidur kamu agar bisa mendapatkan tidur yang efektif dan hidup sehat.
banyak minum air putih

4. Perbanyak Minum Air Putih Dan Gosok Gigi Secara Teratur

Banyak orang mengabaikan kesehatan mulut mereka. Biasanya hal ini baru diperhatikan apabila mereka mengalami sakit gigi atau bau tidak sedap di mulut. Padahal kesehatan  mulut sangat berkaitan erat dengan kebugaran tubuh kita. Mengapa? Karena mulut adalah tempat dimana bakteri mudah berkembang biak karena kondisinya yang lembab. Jadi apabila bakteri pada mulut dibiarkan, dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Maka, jagalah kebersihan mulut dengan baik. Perbanyak minum air putih untuk memancing produksi air liur yang banyak. Selain itu, gosoklah gigi secara teratur terutama setelah makan dan sebelum tidur, dan rajinlah berkumur. Dua kegiatan ini adalah kegiatan yang kita lakukan setiap hari dan tidak memerlukan waktu banyak.
berpikir positif

5. Berpikir Positif

Secara psikologi berpikir positif adalah aktivitas berpikir yang dilakukan dengan tujuan untuk membangkitkan aspek positif pada diri, baik itu yang berupa potensi, semangat, tekad, maupun keyakinan diri sehingga memunculkan perasaan, perilaku, dan hal baik yang menjadi sistem berpikir.
Para peneliti telah menemukan manfaat dari berpikir positif untuk kesehatan. Salah satu manfaat berpikir positif adalah membantu membangun sistem kekebalan tubuh. Berpikir positif tidak hanya dapat menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat, tetapi juga dapat menunjukkan pengaruh kondisi seseorang secara keseluruhan sehingga mampu memperpanjang usia.
Seseorang dengan pemikiran yang positif akan lebih merasa bahagia dan hal ini dapat memicu kamu untuk menjadi orang yang lebih produktif.


*TAMENG CORONA*

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Virus Corona - Alodokter

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Gejala Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
Batuk
Sesak napas
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

Kapan harus ke dokter
Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona. Orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona harus segera dibawa ke IGD rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan yang tepat.

Penyebab Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Pengobatan Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:

Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara) untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Komentar